Bundaku dan Sifatnya.
Ibu saya berumur 49 Tahun dengan ciri-cir warna kulit sawo matang,gemuk,tinggi. Cara bertingkah ia terhadap anak dan suami yaitu ia selalu melayani dengan baik sebagaimana yang menjadi tugas seorang ibu dan istri kadang-kadang ia juga terbawa emosi karena anak-anak yang tidak dengar-dengaran.
Jika ia menghadapi masalah entah itu masalah yang di sebabkan oleh dirinya,suami,ataupun anak-anak nya ia tidak langsung emosi tetapi ia mencari dulu akar permasalahan itu dan menyelesaikan dengan pihak korban atau pelaku dengan baik. Dan jika ia mengalami masalah dalam keluarga nya sendiri entah itu dari anak-anaknya atau suaminya ia memberi teguran dengan penuh cinta kasih tetapi jika di tegur dan tidak mau di dengar maka ia langsung marah apa lagi terhadap anak yang bandel.
Ibu ku memiliki kehidupan yang sangat ramah dan memiliki nilai religius yang sangat kental dan melekat pada diri nya ia selalu mendekatkan dirinya kepada Tuhan yang maha kuasa ia selalu berdoa tiap hari dan selalu membawa kehidupan keluarganya dalam doa kepada Tuhan agar apa yang di inginkan oleh seluruh keluarganya bisa tercapai sesuai dengan kehendak Tuhan.
Karakter ibu saya memiliki sifat yang cepat emosi,ramah tamah, dan selalu memliki rasa sayang terhadap seisi keluarga dan sanak saudaranya dengan baik. Ia juga sangat santun terhadap orang orang sekitar dan beliau juga sangat murah senyum.
Ia mempunyai hobi yaitu membuat roti dan cemilan-cemilan kecil entah itu untuk di jual atau sebagai cemilan di dalam keluarga, ibu ku memiliki sifat yang sangat istimewa menurutku. Karena, walaupun ia menderita rematik/asam urat pada bagian kakinya yang kira-kira sudah 18 tahun tetapi ia tidak pernah menyerah untuk menjalankan apa yang telah menjdi tugas nya selaku seorang ibu dan istri dan ia pun tak pernah lupa untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan. Insting Seorang ibu sangatlah sangatlah kuat dan sangat peka, ia mampu mengetahaui apa yang kita rasakan,dan apa yang kita inginkan.
Ibu sekarang telah menjanda, dan menjadi janda adalah bukan suatu yang gampang. Karena, selalu di pandang sebelah mata oleh masyarakat luas atau orang-orang di sekitarnya. Ibu telah menjadi janda sudah 6 bulan ibuku harus mencari cara mengolah otak agar mampu menjaga,merawat,dan mendidik kami, dan ketika ayah saya meninggal semua hak milik ayah telah beralih kepada ibu. Dan ibuku ini menderita penyakit pada sendinya yaitu asam urat. Penyakit ini menyerang tubuhnya ketika ia melakukan persalinan. Saat ia melahirkan saat posisi setengah tidur karena pada saat itu ia sedang berada di dalam mobil, dan anak yang saat itu lahir adalah saya. Oleh karena itu, seiring berjalanya waktu ia merasa sakit yang tidak biasa pada bagian pinggulnya dan saat ia pergi ke dokter untuk di periksa dengan keluhuhan sakit pada pinggulnya dan bercerita tentang kejadian tersebut maka dokter memfonis bahwa ia terkena asam urat atau rematik. Maka dari itu saya meyebutkan ibu saya sebagai orang yang unik dan memiliki kelebihan yang sangat istimewa, dan yang tak dimiliki oleh orang lain. Ibu sekarang mulai sakit-sakitan dan ia tidak pernah menyerah ia selalu berusaha untuk mencari cara bagaimana menghidupkan keluarganya. Dan bagi saya ibu saya adalah orang yang memiliki jiwa kraetif yang tinggi itu menurut saya karena ia mampu mengubah benda-benda yang tidak bisa di gunakan lagi menjadi barang-barang yang indah dan menyegerkan mata saat melihatnya.
Ibu saya yang telah berumur 49 tahun ini kedang-kedang membuat saya bingung perspektif-perspektif nya kadang-kadang ia meminta agar dirinya cepat-cepat di panggil Tuhan, dari perspektif itu saya menjadi bingung dan kadang-kadang juga ia sangat emosi ia terhadap kami di dalam rumah saat kami hanya melakukan kesalahan kecil dan ia sangat tidak ingin untuk di sengaja. Atau di ajak bercanda. Ibu saya jika ia mulai emosi sehari ful emosi tetap meningkat. Dari tingkah laku dia yang seperti itu membuat saya bingung dengan nya.
Dan kita sebagai mahasiswa kristen kita harus hidup selalu damai dengan orang-orang yang berada di dalam keluarga. Agar supaya terciptanya kehidupan yang tentram dan saling menyayangi dan jika kita berada di dalam kehidupan keluarga yang memiliki karakter-karakter yang bandel kita harus mencari cara agar menemukan solusi.
Rajin kumpul bersama dengan orang tua dan sanak saudara. Untuk shering-shering bersama. Melakukan ibadah bersama,agar lebih damai di dalam keluarga dan selalu bersyukur dengan apa yang di miliki. Bersyukur bukan hanya di saat susah tetapi juga di dalam senang. Kita sebagai mahasiswa kristen juga harus rajin bersosialisasi dengan orang-orang sekitar untuk menjalin silahturami yang lebih dekat antara satu dengan yang lain.
Kita sebagai seorang mahasiswa, apa lagi kita masih muda pasti kita akan selalu di perhadapkan dengan berbagai masalah. Baik masalah yang di sebabkan oleh diri kita sendiri atau masalah yang di sebabkan oleh orang-orang di dalam keluarga. Dan, masalah-masalah ini lah yang membuat kita sangat sebagai anak muda sangat terpancing dan sangat emosi. Maka itu kita harus mampu mengendalikan pikiran kita, dan mampu mengendalikan emosi kita. Dan kita harus pandai dalam mengatasi perkembangan-perkembangan yang ada saat ini, dengan berbagai gaya-gaya baru kita harus mmpu mengontrol nafsu kita agar tidak mengikuti perkembangan-perkembangan yang dapat menjurus ke hal-halyang berbau kejahatan. Oleh karena itu, kita harus memiliki gaya hidup yang sehat agar selalu rukun dan damai dengan orang-orang di dalam keluarga atau lingkungan sekitar.
mntp
ReplyDelete🖤🖤🖤
ReplyDelete